
Sofifi – Pendar cahaya obor menghiasi malam ke-27 Ramadan di Ibu Kota Sofifi. Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menghidupkan tradisi turun-temurun melalui gelaran Festival Ela-Ela yang dipusatkan di pelataran Masjid Raya Shaiful Khairat, Selasa malam (17/03/2026).
Prosesi sakral ini dibuka dengan ritual Sora Guto, yakni penyalaan obor Ela-Ela secara simbolis. Tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan warisan leluhur masyarakat Maluku Utara sebagai bentuk kegembiraan dan kesiapan spiritual dalam menjemput malam kemuliaan, Lailatul Qadar.
Hadir dalam kekhidmatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua BKM Shaiful Khairat, para imam, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, dalam pesan religiusnya menekankan bahwa memburu Lailatul Qadar tidak cukup hanya dengan berdiam diri di dalam masjid. Menurutnya, esensi malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut juga harus tercermin dalam kepekaan sosial di kehidupan nyata.
“Wajah Lailatul Qadar itu juga ada pada tangisan anak yatim yang belum kita santuni, serta terhimpun dalam pengabdian tulus seorang anak kepada orang tuanya. Selain berzikir dan bertadarus, mari kita manifestasikan perilaku spiritual ini dalam aksi nyata kepedulian,” tutur Wagub dalam sambutannya.
Apresiasi tinggi juga disampaikan Wagub kepada Biro Kesra, panitia, serta pengurus Masjid Shaiful Khairat yang konsisten menginisiasi festival ini sebagai sarana memperkuat syiar Islam di Bumi Moloku Kie Raha. Ia berharap, ke depannya festival ini dapat dikemas lebih inovatif tanpa menghilangkan nilai sakralnya.
“Jaga selalu kekompakan dan keamanan. Semoga tahun depan festival ini hadir lebih variatif sehingga gairah spiritualitas kita semakin konkret,” tambahnya.
Festival Ela-Ela tahun ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh peserta dari seluruh desa di Kecamatan Oba serta berbagai organisasi paguyuban se-Kota Sofifi. Kemilau ribuan obor yang menyala serentak menjadi simbol doa kolektif agar keberkahan dan kedamaian senantiasa menaungi Maluku Utara.